Meningkatkan Gerak Motorik Anak dengan Permainan Tradisional
Meningkatkan Gerak Motorik Anak dengan Permainan Tradisional
Kontrol
gerak motorik merupakan pengendalian terhadap gerak motorik yang perlu dilatih sejak
usia dini. Gerak pada dasarnya sering dilakukan oleh manusia sejak bayi yaitu
dengan merangkak. Ketika gerak motorik anak tidak dilatih sejak kecil maka akan
terjadi keterlambatan yang menghambat anak untuk bergerak pada usia yang
semestinya. Keterlambatan motorik ini dapat dihindari dengan peran
orangtua untuk memiliki pengetahuan tentang pengertian, tahapan, faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan
motorik, dan asupan gizi (Rhomadona dan Brenda, 2020: 2).
Permainan
tradisional yang merupakan permainan sudah ada sejak dulu dan sering dimainkan
oleh anak-anak ternyata dapat digunakan untuk meningkatkan gerak motorik anak.
Permainan tradisioanal perlu dibudidayakan dan dilestarikan salah satunya
dengan memodifikasi permainan tradisional sesuai dengan umur dan kondisi zaman
pada saat itu tanpa menghilangkan esensi dari permainan tersebut. Menurut
(Hasanah, 2016) dalam penelitiannya
mengatakan, mainan tradisional mampu
membentuk motorik anak baik kasar maupun halus. Berikut contoh permainan
tradisional yang dapat kamu lakukan untuk meningkatkan gerak motorik anak :
1. Congklak/Dakon
Permainan ini melatih anak dalam berhitung, strategi,
dan melatih motorik kasar anak karena ketika anak melakukan permainan ini
mereka akan mengkoordinasikan antara gerakan tangan dengan manaruh biji kedalam
lubang congklak.
2. Lompat Tali
Melatih ketrampilan anak dalam melompat secara langsung
serta meningkatkan otot otot pada kakinya. Selain itu anak-anak berlatih emosi,
ketelitian dalam waktu melompat, bersosialisasi dengan teman sebayanya, serta
melatih intelektual.
3. Permainan kelereng.
Dalam permainan klereng ada beberapa jenis model yang
dapat digunakan sesuai dengan kreativitas anak-anak. Hal yang sering digunakan
dalam permainan kelereng adalah membidik kelereng dengan kelereng. Ketika anak
membidik kelereng dengan kelereng yang dia punya maka anak akan melakukan
koordinasi antara mata dengan jari untuk mengenai kelereng yang diincar. Selain
itu juga melatih kekuatan jari untuk menyelentik kelereng supaya dapat mengenai
dengan tepat dan keras ke kelereng yang diincar.
Sumber
:
Hasanah, Uswatun.
2016. Perkembangan Kemampuan Fisik Motorik Melalui Permainan Tradisional Bagi
Anak Usia Dini. Vol.5/Edisi.1/Juni.
Rhomadona, Shinta
Wurdian. 2020. Gambaran Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perkembangan Motorik
Pada Balita Usia 4-5 Tahun Di TK Siswa Harapan, Ciliwung[1]Surabaya. Jurnal Kebidanan. Hlm

Komentar
Posting Komentar